Skip ke Konten

Optimalkan Proses Pick, Pack, dan Delivery dengan Barcode di Odoo ERP

Dari picking sampai validasi pengiriman — verifikasi setiap barang lewat barcode untuk mengurangi salah barang, salah kuantitas, dan salah kirim.

Di gudang, kesalahan paling mahal biasanya sederhana: salah ambil barang, salah jumlah, atau salah kirim. Odoo ERP menjawabnya dengan alur Pick → Pack → Delivery yang dipadukan dengan Barcode, sehingga setiap barang diverifikasi lewat scan — bukan lagi mengandalkan hafalan atau kertas.


1. Masalah Gudang: Salah Picking, Salah Kirim, dan Selisih Stok

Banyak gudang masih mengandalkan picking list tercetak dan input manual. Pola masalahnya berulang:

  • Salah picking — SKU mirip tertukar, terutama saat nama produk panjang atau kemasan serupa.
  • Salah kuantitas — selisih antara yang diminta dan yang diambil, baru ketahuan saat pelanggan komplain.
  • Salah kirim — paket tertukar antar order atau antar pelanggan.
  • Selisih stok — catatan sistem tidak cocok dengan fisik, memicu stock opname berulang.

Akarnya bukan pada orang, melainkan pada proses yang tidak memverifikasi. Barcode menutup celah ini dengan memastikan barang, lokasi, dan jumlah diverifikasi pada titik transaksinya.


2. Cara Kerja Barcode di Odoo Inventory

Odoo menyediakan aplikasi Barcode (dapat dibuka di /barcode atau menu Inventory → Barcode). Konsepnya sederhana: setiap objek fisik punya barcode, dan setiap scan adalah konfirmasi.

  • Scan dokumen (transfer/picking) — menentukan operasi mana yang sedang dikerjakan.
  • Scan lokasi — memastikan staf berada di rak yang benar.
  • Scan produk — menambah kuantitas secara otomatis; produk serial/lot diminta nomor serial/lot.
  • Scan kemasan (package) — mengikat barang ke paket pengiriman.
  • Validate — menyelesaikan langkah dan memindahkan stok ke lokasi berikutnya.

Semua hasil scan langsung tercatat sebagai perpindahan stok di Odoo, sehingga akurasi dan traceability terjaga.


3. Alur Proses: Picking → Packing → Delivery

Dengan mengaktifkan Multi-Step Routes dan mengatur gudang ke Send goods in 3 steps (Pick + Pack + Ship), Odoo membuat tiga operasi berurutan:

Stock  →  Pick  →  Pack (Output)  →  Delivery (Customers)

PICK  : ambil barang dari lokasi penyimpanan
PACK  : verifikasi & masukkan ke kemasan
OUT   : serahkan ke pelanggan / kurir
  • Picking — ambil barang dari lokasi penyimpanan ke area Packing Zone.
  • Packing — verifikasi isi, susun ke dalam kemasan/paket.
  • Delivery — validasi serah terima ke kurir atau pelanggan.

Karena tiap langkah terpisah, tanggung jawab jelas dan kesalahan lebih mudah dilacak ke tahap asalnya.


4. Contoh Operasional: dari Sales Order sampai Barang Dikirim

  1. Pelanggan memesan → muncul Sales Order yang terkonfirmasi.
  2. Odoo membuat Delivery Order (dan, pada 3 langkah, otomatis membuat PICK lalu PACK).
  3. Staf pick: scan dokumen, scan lokasi, scan produk, lalu Validate — stok pindah ke area packing.
  4. Staf pack: scan, verifikasi, masukkan ke kemasan, cetak label paket, lalu Validate.
  5. Staf delivery: scan paket, isi nomor resi bila perlu, lalu Validate — pengiriman selesai.
  6. Status order ter-update otomatis; stok dan jurnal akuntansi mengikuti.

Seluruh jejak — siapa, kapan, di lokasi mana — tersimpan dan dapat diaudit.


5. Peran Barcode Produk, Lokasi, dan Kemasan

  • Barcode produk — bisa memakai barcode pabrik (EAN/UPC) atau di-generate dari Odoo lalu dicetak.
  • Barcode lokasi — setiap rak/bin punya barcode; menempelkan label lokasi membuat picking jauh lebih cepat dan akurat.
  • Barcode kemasan (package) — nomor paket unik untuk pengiriman multi-karton; label paket memudahkan proses di tahap delivery dan penelusuran.

Kombinasi ketiganya memastikan tidak ada langkah yang "asal jalan" — semuanya terverifikasi.


Gudang & barcode

Praktik yang sangat membantu di lantai gudang: cetak picking list / packing list dari Odoo lalu tempelkan ke paket, berpasangan dengan label paket yang memuat barcode.

  • Isi packing list — daftar barang dalam paket: produk, kuantitas, serial/lot, dan nomor paket.
  • Label paket — memuat barcode package (nomor paket) yang dapat dipindai.
  • Tempel di paket — packing list dan label paket ditempel di permukaan yang mudah terlihat.

Kuncinya: karena setiap paket punya barcode package sendiri, pada tahap Delivery staf cukup scan barcode paket — Odoo langsung menampilkan isi paket (barang dan kuantitas) tanpa perlu membuka paket atau mencari dokumen. Satu scan = tahu isi paket.

Manfaat:

  • Serah terima lebih cepat — cocok saat loading ke kurir, cukup pindai paket.
  • Mengurangi salah serah — isi paket terbaca langsung dari sistem, bukan dari ingatan.
  • Audit & penelusuran — paket dapat ditelusuri kembali beserta isinya.
  • Konsisten dengan fisik — label yang menempel memastikan paket dan datanya selalu berpasangan.

Tips: cetak packing list dari report bawaan Odoo (Packing List / Delivery Slip) dan gunakan label printer untuk barcode paket. Pastikan nomor paket tetap unik per pengiriman.


7. Implementasi, Perangkat Scanner, dan Hal yang Perlu Disiapkan

Perangkat: gunakan scanner barcode USB (HID) yang langsung "mengetik" ke kolom input Odoo, atau scanner 2D agar barcode produk sekaligus serial/lot terbaca. Untuk mobilitas, tablet/HP dengan kamera juga bisa memakai aplikasi Barcode.

Yang perlu disiapkan:

  • Aktifkan Storage Locations, Multi-Step Routes, Packages, dan aplikasi Barcode.
  • Standarkan penamaan lokasi (mis. WH/Stock/A-01-01) dan cetak barcode-nya.
  • Isi/generate barcode produk; lengkapi UoM dan aturan tracking (serial/lot).
  • Tentukan layout area picking, packing, dan staging delivery.
  • Latih staf dengan data uji sebelum go-live.

8. KPI: Akurasi Picking, Kesalahan Pengiriman, dan Waktu Proses

Setelah barcode berjalan, ukur dampaknya dengan metrik berikut:

  • Akurasi picking — % baris yang benar (produk, lokasi, kuantitas) tanpa koreksi.
  • Kesalahan pengiriman — jumlah order yang dikirim salah / dikembalikan per periode.
  • Waktu proses — waktu rata-rata dari picking sampai delivery (cycle time) per order.
  • Selisih stok — akurasi hasil stock opname (target umum ≥ 98%).
  • Backorder — jumlah kekurangan barang yang harus dipenuhi susulan.

Metrik ini membantu membuktikan ROI barcode sekaligus menemukan titik perbaikan berikutnya.


Penutup

Alur Pick → Pack → Delivery dengan Barcode mengubah proses keluar gudang dari aktivitas yang bergantung pada kertas menjadi proses yang cepat, terverifikasi, dan tercatat. Semua fiturnya sudah tersedia di Odoo ERP — yang dibutuhkan hanya konfigurasi yang tepat, pelabelan yang disiplin, dan pengukuran KPI secara konsisten.

Ingin menerapkan alur barcode pick-pack-delivery di gudang Anda? Diskusikan dengan Tim Sinergi Data Totalindo (SDT).


Catatan: tampilan dan fitur dapat menyesuaikan versi Odoo serta kebutuhan implementasi. Ditulis oleh Sinergi Data Totalindo, PT.

Sinergi Data Totalindo 19 Oktober 2026
Share post ini
Arsip
Setelah Go-Live: Mengapa ERP Masih Harus Dikembangkan?
Go-live bukan garis finis. Inilah alasan ERP perlu terus dioptimalkan setelah sistem mulai dipakai.
Chat WhatsApp