"Gudang kami sudah lebih baik" terdengar melegakan — sampai ditanya: lebih baik dari apa, dan dengan ukuran apa? Tanpa KPI, perbaikan gudang hanya menjadi kesan. Kabar baiknya, Odoo Inventory menyimpan data yang cukup untuk memantau metrik paling penting — tanpa spreadsheet tambahan.
1. Inventory Accuracy
Apa — persentase kecocokan antara stok sistem dan stok fisik.
Cara ukur — hasil stock opname/cycle count: (SKU/lokasi yang cocok ÷ total yang dihitung) × 100%.
Di Odoo — gunakan Inventory Adjustment dan cycle counting (Barcode), lalu bandingkan variance. Target umum: ≥ 98%.
2. Picking Accuracy
Apa — persentase baris picking yang benar (produk, lokasi, qty) tanpa koreksi.
Cara ukur — (baris benar ÷ total baris) × 100%.
Di Odoo — pantau stock moves, backorder, dan audit/koreksi. Barcode membantu menurunkan salah ambil.
3. Stock Turnover (Inventory Turnover)
Apa — seberapa cepat stok berputar dalam satu periode.
Cara ukur — HPP (COGS) ÷ rata-rata nilai inventory.
Di Odoo — gunakan laporan Inventory Valuation dan data stock moves/penjualan untuk menghitung perputaran.
4. Order Fulfillment Time
Apa — waktu dari pesanan dikonfirmasi sampai barang benar-benar dikirim.
Cara ukur — selisih waktu Sales Order confirmed → Delivery done.
Di Odoo — lihat tanggal pada Sale Order dan Delivery/Picking; bandingkan dengan tanggal yang dijanjikan (scheduled date).
5. Stockout Rate
Apa — persentase permintaan yang tidak terpenuhi karena stok kosong.
Cara ukur — (order/baris yang tidak terpenuhi ÷ total permintaan) × 100%.
Di Odoo — pantau forecasted quantity, backorder, dan efektivitas reordering rules.
6. Dead Stock
Apa — stok yang tidak bergerak dalam periode tertentu (mis. 90/180 hari).
Cara ukur — jumlah/nilai SKU tanpa pergerakan keluar selama X hari.
Di Odoo — analisis stock moves (tanggal pergerakan terakhir), stock aging, dan nilai inventory. Dead stock menandakan overstock atau permintaan yang berubah.
7. Lead Time Transfer
Apa — waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan stok antar-gudang/lokasi.
Cara ukur — selisih waktu transfer dibuat/dijadwalkan → transfer diterima (done).
Di Odoo — gunakan Internal Transfer, scheduled/actual dates, dan status in-transit untuk melihat keterlambatan.
Bagaimana Memantau Semuanya di Odoo
- Inventory → Reporting — stok on-hand, pergerakan, dan valuation.
- Pivot/Graph — olah stock moves atau delivery untuk melihat tren.
- Barcode — memastikan data KPI akurat sejak transaksi.
- Kombinasi modul — Sales, Purchase, Inventory, dan Accounting memberi gambaran end-to-end.
- Dashboard — rangkum KPI kunci dalam satu tampilan (bisa via spreadsheet/dashboard Odoo).
Tips agar KPI Bermakna
- Mulai sedikit — pilih 3–5 KPI paling relevan, bukan semua sekaligus.
- Tetapkan target — mis. akurasi ≥ 98%, stockout < 2%.
- Tinjau rutin — mingguan/bulanan, bukan setahun sekali.
- Kaitkan dengan aksi — KPI tanpa tindakan hanya angka.
- Pastikan data bersih — validasi transaksi & barcode adalah fondasinya.
Penutup
KPI membuat perbaikan gudang terukur dan terarah. Ketujuh metrik di atas — inventory accuracy, picking accuracy, stock turnover, order fulfillment time, stockout, dead stock, dan lead time transfer — semuanya bisa dipantau dari data yang sudah ada di Odoo Inventory. Mulailah dari yang paling menyakitkan, ukur, perbaiki, lalu ulangi.
Ingin menyusun dashboard KPI gudang di Odoo? Diskusikan dengan Tim Sinergi Data Totalindo (SDT).
Catatan: tampilan dan fitur dapat menyesuaikan versi Odoo serta kebutuhan implementasi. Ditulis oleh Sinergi Data Totalindo, PT.